Saturday, September 26, 2026

Ternyata Sudah Tiga Bulan SMPN 1 Blora Tak Dapat MBG

INFOKU, BLORA – Sampai berita ini ditulis, program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum kembali menyentuh meja makan siswa SMP Negeri 1 Blora. 

foto :  IST   

Sudah lebih dari tiga bulan para siswa tak menerima menu MBG setelah sebelumnya ratusan siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan program tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada 25 November 2025. Sekitar 204 siswa SMPN 1 Blora mengalami keluhan mual, pusing hingga diare setelah menyantap MBG.

Baca juga : Sebanyak 204 Siswa SMPN 1 Blora Diduga Keracunan, Usai Santap Menu MBG Rica Ayam

Sebagian siswa bahkan harus mendapat penanganan di rumah sakit. Sementara lainnya memilih tidak masuk sekolah karena kondisi kesehatan yang terganggu.

Pasca kejadian tersebut, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangjati 1 sempat dihentikan sementara.

Tak hanya persoalan layanan, kejadian itu juga menyisakan trauma bagi siswa maupun guru.

Pihak sekolah kemudian meminta adanya pergantian SPPG.

Layanan MBG selanjutnya sempat dialihkan ke SPPG Alugoro 410 sebelum kembali berpindah ke SPPG Karangjati 3.

Kepala SMPN 1 Blora Ainur Rofiq pada pers mengatakan, layanan MBG memang sempat kembali berjalan setelah insiden keracunan.

Namun, program tersebut kembali berhenti beberapa bulan kemudian.

“MBG sempat jalan lagi dari Alugoro 410. Lalu pindah lagi ke SPPG Karangjati 3,” ujarnya.

Menurut Rofiq, pemberian MBG terakhir diterima siswa sekitar pertengahan Juni.

Setelah itu, hingga September ini, belum ada lagi distribusi makanan bergizi gratis ke sekolah.

Baca juga : Sebanyak 955 Porsi MBG SMPN 1 Blora Dikembalikan, Imbas Dugaan Keracunan

“Seingat saya sejak 15 Juni tidak ada sampai sekarang,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, siswa SMPN 1 Blora sudah lebih dari tiga bulan tidak menerima MBG.

Rofiq menyebut kondisi itu memiliki sisi positif sekaligus negatif.

Di satu sisi, siswa SMPN 1 Blora tidak memperoleh program pemerintah yang masih diterima sebagian siswa di sekolah lain.

Namun di sisi lain, penghentian sementara tersebut membuat pihak sekolah tak lagi dibayangi kekhawatiran kejadian serupa terulang.

“Negatifnya ya tidak mendapatkan program dari pemerintah seperti siswa lainnya. Positifnya, tidak khawatir ada keracunan,” ujar Rofiq.

Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini membenarkan SMPN 1 Blora hingga kini belum kembali mendapatkan MBG.

Baca juga : Pemorsian Dapur MBG di Blora Bakal Diatur Ulang

Kondisi serupa juga terjadi di SMA Negeri 1 Tunjungan yang layanan MBG-nya dihentikan setelah kasus keracunan.

“Aman-aman saja tidak menerima MBG,” kata kata Wakil Bupati Blora tersebut. (Endah/IST) 

Website : KLIK DISINI

 

No comments:

Post a Comment