INFOKU, BLORA – Akibat molornya pembangunan gedung Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora di Kecamatan Cepu, 30 siswa angkatan kedua belum bisa menempati sekolah yang dipersiapkan di Blora.
Untuk sementara
harus belajar di Sekolah Rakyat Rembang.
Bupati Blora Arief
Rohman mengatakan, keterlambatan penyelesaian pembangunan gedung membuat
aktivitas belajar mengajar belum dapat dilaksanakan di Cepu.
Karena itu, Pemkab
Blora memutuskan menitipkan sementara para siswa di Sekolah Rakyat Rembang.
“Setelah
pembangunan selesai, seluruh siswa akan kembali ke Blora dan menempati gedung
baru di Cepu,” ujarnya.
Program Sekolah
Rakyat menjadi kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk
memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya. Karena itu, para siswa
diminta menjaga kepercayaan yang diberikan pemerintah.
Menurut Arief, seluruh siswa akan menjalani pendidikan berasrama dengan aturan disiplin yang ketat. Seluruh kebutuhan pendidikan, tempat tinggal hingga konsumsi telah ditanggung pemerintah sehingga peserta didik diminta fokus menempuh pendidikan.
Pemkab Blora juga berkomitmen mengawal penyelesaian pembangunan gedung SRMA 18 Blora agar dapat segera digunakan. Bahkan, pemerintah daerah akan mengusulkan penambahan kuota siswa kepada pemerintah pusat pada tahun-tahun mendatang.(Endah)


No comments:
Post a Comment